Sky Burial, Tradisi Penguburan Langit oleh Orang-orang Tibet

Hampir setiap acara pemakaman itu menyedihkan. Namun apa yang orang-orang tibet lakukan jauh lebih menyedihkan dan menyeramkan dalam “mengubur” jenazah orang-orang yang telah meninggal. Acara ini dikenal dengan nama “Sky Burial” atau penguburan langit. Mereka akan meletakkan jenazah di padang terbuka dan membiarkan burung-burung pemakan bangkai untuk memakan jenazah-jenazah tersebut.

Penguburan langit sering dipraktekkan di pegunungan Tibet, baik untuk alasan agama maupun alasan praktis. Pada dasarnya, jenazah orang yang meninggal ditempatkan di puncak gunung dan kemudian diiris serta disayat-sayat di setiap sebagian tubuh jenazah, untuk menarik burung-burung pemakan bangkai agar datang.

Foto-foto di bawah memperlihatkan proses penguburan langit yang dilakukan oleh orang-orang Tibet.

sky burial 00

sky burial 01

sky burial 02

sky burial 03

sky burial 04

sky burial 05

Kebanyakan orang Tibet adalah Budha yang percaya pada kelahiran kembali. Setelah seseorang meninggal, tubuh mereka dianggap tidak lebih dari bejana kosong yang perlu dibuang. Disebabkan kondisi geografis tanah tibet yang berbatu serta minim akan sumberdaya kayu, mereka akhirnya lebih memilih untuk melakukan penguburan langit daripada membakar jenazah-jenazah, karena dianggap lebih praktis. Hal ini memang mengerikan bagi kita yang belum pernah melihatnya, namun bagi umat budha di Tibet, penguburan langit (sky burial) merupakan kemurahan hati bagi orang yang meninggal, karena mereka memberikan tubuhnya sebagai makanan untuk makhluk hidup lain.

sky burial 06

sky burial 07

Incoming search terms:

Loading

20 Tanggapan di Sky Burial, Tradisi Penguburan Langit oleh Orang-orang Tibet

  1. uh menyeramkan sekali…zaman perababan yang sangat tertinggal jauh…manusia kog seperti hewan yang dungu lebih dungu daripada hewan pemakan bangkai…tdk tahu adab…apakah kalian hidup di awang2 sehingga tak ada tempat untuk mengubur mayat….?….

    • stt jgn menghakimi dong… biarlah orang melakukan apa yang mereka percaya… jgn merasa diri kita paling benar… krn mmg tidak… dan jangan anggap mereka tertinggal… sampai detik ini masalah ketiadaan tempat penguburan juga selalu jadi masalah di jakarta, sampai hrs ditumpuk2 hiiiiii

    • manusia seperti hewan yang dungu lebih dungu daripada hewan pemakan bangkai?
      kayaknya itu menggambarkan dirimu sendiri deh.
      karena apa? karena hewan aja tau cara mengagai sesama hewan, yah kamu mana tau cara menghargai sesama umat beragama.

      kalo kamu mau kematian berujung penguburan, dunia ini lama-lama akan penuh dengan kuburan, mau kuburanmu diaspal?
      menurut aku tindakan mereka tepat sekali, walau dikuburn juga bakal dimakan cacing walau dalam bentuk pasif.

      intinya : yang berlalu biarlah berlalu, yang tiada susah untuk menjadi ada

  2. kalo dilihat sepintas sadis bgt ya….tp itu udah jadi tradisi mereka dan menurut agama mereka wajar. so…inilah dunia dengan segala keanehannya….ckckck…aya aya wae

  3. Pingback: 10 Ritual Kematian Tidak Biasanya atau Aneh « OkeBanget Info

  4. Pingback: 10 Ritual Kematian Tidak Biasanya/Aneh [indonesia ada juga] | kaskusus

  5. Pingback: 10 pemakaman teraneh « LS (Leo Sihombing)

  6. Kayaknya dari pada u/ Burung bangkai mendingan jadiin BAKSO aja khan sama2 u/ mahluk hidup…
    atau di buat Rendang/Gulai/ Sate dll…

    sayang2 tuuuuh…

    masa burung makan daging, manusia aja sekali2 makan dagingnya..

    hehehehee…

    Joke guys..

    intinya biarin aja mereka mnjalankan aqidah yg mrk anut..
    qta sndiri juga mnjalankan apa yg qta prcaya masing2 dan jangan saling mnyalahkan/protes..

    hargai orang lain bserta pilihan jalan hidup mereka

  7. bagi saya ini adalah hal yg tidak biasa dan terlalu tdak biasa, , ,smpai bngung utk mngungkpkan dgn kta2, tapi mngkin mmang ini cara trbaik yg bisa mreka lakukan,,,kgum mlihat orng2 tibet yg bsa hdup dgn byang2 brung pmakan bngkai,,,tidakkah mereka berpkir “stelah saya mati nanti, saya akan dihakimi oleh burung2 ini”

Tinggalkan Tanggapan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Wajib diisi bila bertanda: *

*